Dear Rasulullah
Oleh : Wafa Itsnaini Az-Zahra Tiada purnama namun sempurna oleh rembulan yang menguning, penduduk langit berseri akan kehadiran hari nan mulia, disyair para negeri tertoreh indah semua tentang nya, wajahnya bagaikan cahaya dalam gulita malam, matanya bagai angin yang hadir pada musim kemarau.. Tak layak bagi kami yang penuh dosa menginginkan perjumpaan yang mulia, namun tak layak pula untuk acuh, penduduk bumi bergembira dengan segenap sambutan, syair yang begitu indah dengan iringan musik bagai penyempurna makna, hati yang terkikis akan hadirnya kerinduan yang membuncah tak berujung, kesamaran atas segala pertobatan selalu berakhir tiada tara, kefanaan yang tak pernah sirna bagai api yang kian berkobar... Kami malu akan ingat nya putrimu, bagaimana istana mu tak seindah para penghuni dunia fana, walau kami tahu tak akan ada yang menandingi dalam kekalnya surga... Iman tak menjadi tabir kerinduan bagi hina dan dosa yang membelenggu, kami menutup mata seolah merasa hadirnya panutan...