Postingan

Dear Rasulullah

 Oleh : Wafa Itsnaini Az-Zahra Tiada purnama namun sempurna oleh rembulan yang menguning, penduduk langit berseri akan kehadiran hari nan mulia, disyair para negeri tertoreh indah semua tentang nya, wajahnya bagaikan cahaya dalam gulita malam, matanya bagai angin yang hadir pada musim kemarau.. Tak layak bagi kami yang penuh dosa menginginkan perjumpaan yang mulia, namun tak layak pula untuk acuh, penduduk bumi bergembira dengan segenap sambutan, syair yang begitu indah dengan iringan musik bagai penyempurna makna, hati yang terkikis akan hadirnya kerinduan yang membuncah tak berujung, kesamaran atas segala pertobatan selalu berakhir tiada tara, kefanaan yang tak pernah sirna bagai api yang kian berkobar... Kami malu akan ingat nya putrimu, bagaimana istana mu tak seindah para penghuni dunia fana, walau kami tahu tak akan ada yang menandingi dalam kekalnya surga... Iman tak menjadi tabir kerinduan bagi hina dan dosa yang membelenggu, kami menutup mata seolah merasa hadirnya panutan...

Yaa, Habiballah

 Oleh : Wafa Itsnaini Az-Zahra Salam kerinduan telah terucap pada mu untuk kesekian kalinya,  Wahai pemimpin yang agung.... Tak terasa betapa banyak umat yang kau cintai, yang kau bela sampai bertumpah darah, kini merapat meranggas kesedihan atas rindu yang selalu curam.... Ya Habibi... Tiada pertolongan yang mampu meluluhkan Sang Semesta, Kami yang hina, kami yang kotor, dan kami para hamba yang haus akan keridhoan Nya,  Ya Rasulullah.... Tiada rindu yang menusuk dalam qolbu, Lantunan syair indah yang begitu menyentuh begitu nyata, namu tak luput dari bibir para pendosa, suri tauladan nan duka yang selalu terkenang,  Ya Rasulullah.... Kami telah jauh dari ajaran mu, bagaimana layaknya umat yang engkau cintai, kami berperang pada zaman yang begitu dahsyat, dimana semua yang  engkau contoh kan terhapus begitu perlahan, oleh manusia yang tak menampik kebodohan pada dirinya, datang dengan tiba-tiba lalu menghina nama mu, menghina bagaimana ketauladanan mu yang begi...

Dewasa yang suram kali ini

Oleh : Wafa Al-Kirmani Aku bingung menghadapi kedewasaan ini Berdiam bukan solusi untuk menuntaskan segala akar permasalahan, Saling sulit untuk membuka ego Paling gampang untuk melebur jauh Ku kira sesama dewasa saling memberikan warisan kekuatan, Nyatanya menemukan pewaris kekuatan itu harus berlari sendiri, Tak ada yang mau mengalah, Tak seharusnya kusimpulkan dengan cepat, Bahwa kedewasaan itu adalah sesuatu yang harus dinisbatkan, Perlu pengakuan, dan perlu penghargaan, Realitanya itu tak pernah terjadi, Tak ada bedanya dengan anak anak kecil yang berpura-pura bodoh, Usia yang senja pun tak tentu dengan pemikiran yang matang, Hanya itu yang kulalui ketika sebuah kedewasaan, ternyata tak sebanding otaknya dengan kedewasaan nya. Namun aku tak tahu apa yang kalian lalui dengan kedewasaan itu. Barang kali punyamu lebih berkualitas dari pada perjalanan temanku dengan ku.

Getar yang sirna oleh dirinya

Oleh : Wafa Itsnaini Az-zahra Part 3 " Piya Zah, sudah di Wa belum sama Arri" "Belum ki mba, paling juga isin" " Lha gimana ta wonge ki , giliran udah dikasih Wa nya gamau kontekan" Mba Nur marah-marah tidak jelas, aku terkekeh menanggapinya, sambil ku amati Wa yang tak kunjung ada pesan. "Sabar to  mba sampean ki,  gak lama lagi juga diWa" Kami bersiap-siap menuju aula putri, untuk mengikuti sorogan bersama Abah yai. Santri putra dan santri putri hanya dipisahkan dengan satir yang lumayan tinggi, sehingga sedikit susah bagi santri yang memiliki niat ingin mengintip lawan jenis. Lagi pula disudut tempat duduk, sudah terpasang mata ganas para pengurus keamanan. Tapi juga yang namanya nafsu, kalah sudah dengan keganasan para keamanan. Aku tertawa bersama mba Nur, ketika kutunjuk nila yang sedang terkantuk-kantuk. Badanya tak bisa diam. Hampir terjengkang kebelang dan hampir tersungkur kedepan. Aku heran. Bahkan yang duduk dibelakang Nila tak ada ni...

meranggas kalbu

Oleh : Wafa Itsnaini Az-zahra Aku merenggas dalam pilu tak tersentuh, Merajai istana yang hampa akan belaian, Aku tersamarkan oleh terik yang membakar, Kemana ia memandangku ? Tidakah bisa ia mencoba memanggilku, Bahkan telah kusanggupi jika dirinya hanya melirikku lewat sudut matanya saja, Tak ada yang bisa kurasai menjadi permaisuri, Jika sang raja hanya bergetar bersama sang selir, Permadani ku telah hancur tak kasat mata, Hatiku tawar laksana kelopak mawar yang lebur tak tersisa,

Getar yang sirna oleh dirinya

Oleh : Wafa Itsnaini Az-zahra Part 2 Malam Jum'at yang begitu syahdu, bulan purnama bulat memberkahi malam ini. Seluruh santri sedang khusuk mengikuti yasinan dan tahlil sebagai kegiatan rutin malam Jum'at setelah sholat maghrib. Tetapi. Masih ada santri mahasiswa yang belum pulang, ketahuilah bahwa pondok kami adalah pondok yang jauh dari semua perguruan tinggi, walau begitu semua tetap kerasan  mondok dan menjalaninya dengan tulus. Pondok kami lebih berat untuk mengatur diri, karena apa ?. Peraturan dipondok kami tidak seketat pondok lainya, jika pondok lainya semua peraturan tertulis dan disahkan oleh pengasuh bahkan, sampai dibuat seperti undang undang yang memiliki pasal. Sedangkan pondok kami tidak terlalu dikekang, karena itu lebih berat dan lebih sulit untuk membentuk kesadaran pribadi para santri, khususnya santri yang berstatus mahasiswa. " Sampean iku ameh sekolah, ameh kuliah gak masalah, seng penting, wayae ngaji yo ngaji, ono semaan iso muni, wayae sholat yo ...

Target dibulan Ramadhan

Oleh : Wafa Itsnaini Az-zahra Karena ada yang tidak percaya dengan tadarus yang cepat dibulan Ramadhan. Ada juga yang mengatakan mustahil. Teman-teman ketahuilah bahwa banyak cerita ulama yang sekali solat tarawih bisa khatam Al-Qur'an dalam semalam, ada juga program pesantren yang sehari juga khatam. Nahh..semua itu ada program karena memang ditetapkan oleh peraturan. Namun, bagaimana jka kita mem-program diri sendiri atau mempunyai target untuk kita sendiri ? Tak kasih tips sedikit manteman karena saya sudah mencoba mentarget diri saya sendiri. Apakah sulit ?. Diawal mungkin tidak terasa berat, namun ketika sudah dipertengahan atau menuju akhir itu akan ada rasa malas, berat dan juga menyepelekan. Menyepelekan dengan berfikir " halahh ini lhoo baru awal puasa, masih bisa lahh nanti nanti, toh juga ramadhan masih panjang" pikiran yang begini ini jangan sampai bersarang dikepala kalian. Jadi tips nya adalah, ketika teman teman mempunyai target, harus ada sesuatu yang diko...