Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

Getar yang sirna oleh dirinya

Oleh : Wafa Itsnaini Az-zahra Part 2 Malam Jum'at yang begitu syahdu, bulan purnama bulat memberkahi malam ini. Seluruh santri sedang khusuk mengikuti yasinan dan tahlil sebagai kegiatan rutin malam Jum'at setelah sholat maghrib. Tetapi. Masih ada santri mahasiswa yang belum pulang, ketahuilah bahwa pondok kami adalah pondok yang jauh dari semua perguruan tinggi, walau begitu semua tetap kerasan  mondok dan menjalaninya dengan tulus. Pondok kami lebih berat untuk mengatur diri, karena apa ?. Peraturan dipondok kami tidak seketat pondok lainya, jika pondok lainya semua peraturan tertulis dan disahkan oleh pengasuh bahkan, sampai dibuat seperti undang undang yang memiliki pasal. Sedangkan pondok kami tidak terlalu dikekang, karena itu lebih berat dan lebih sulit untuk membentuk kesadaran pribadi para santri, khususnya santri yang berstatus mahasiswa. " Sampean iku ameh sekolah, ameh kuliah gak masalah, seng penting, wayae ngaji yo ngaji, ono semaan iso muni, wayae sholat yo ...

Target dibulan Ramadhan

Oleh : Wafa Itsnaini Az-zahra Karena ada yang tidak percaya dengan tadarus yang cepat dibulan Ramadhan. Ada juga yang mengatakan mustahil. Teman-teman ketahuilah bahwa banyak cerita ulama yang sekali solat tarawih bisa khatam Al-Qur'an dalam semalam, ada juga program pesantren yang sehari juga khatam. Nahh..semua itu ada program karena memang ditetapkan oleh peraturan. Namun, bagaimana jka kita mem-program diri sendiri atau mempunyai target untuk kita sendiri ? Tak kasih tips sedikit manteman karena saya sudah mencoba mentarget diri saya sendiri. Apakah sulit ?. Diawal mungkin tidak terasa berat, namun ketika sudah dipertengahan atau menuju akhir itu akan ada rasa malas, berat dan juga menyepelekan. Menyepelekan dengan berfikir " halahh ini lhoo baru awal puasa, masih bisa lahh nanti nanti, toh juga ramadhan masih panjang" pikiran yang begini ini jangan sampai bersarang dikepala kalian. Jadi tips nya adalah, ketika teman teman mempunyai target, harus ada sesuatu yang diko...

Getar Yang Sirna Oleh Dirinya

Oleh : Wafa Itsnaini A Part 1 "Zahra semester berapa ta" Duh Gusti...baru kali ini aku menegakan duduk ketika membaca pesan dari seseorang, baru kali ini aku mendapat kan kebahagiaan yang datang tiba-tiba, dan baru kali ini senyum ku susah untuk ku hentikan. Dialah kaki-laki yang kemarin meminta nomor telepon ku lewat mba Nur, teman sekamar ku. Dan juga teman sekampus mas Arri. Ya. Dialah mas Arri seorang yang baru berani menghubungiku sekarang. Padahal, kata mba Nur dia sudah memberikan nomor ku satu minggu lalu . ### Malam begitu mengerti akan semua yang berjalan di pesantren ini. Pondok pesantren Ad-Dzifa, dihalaman pesantren yang luas semua santri barada dimana-mana mengatur padatnya acara akhirusanah. Bulan bersinar penuh seolah khidmat dengan Sholawat yang sedang dilantunkan oleh grup hadrah putra yang senior. Hanya pengurus dan santri terpilih yang ikut turun tangan mengondisikan acara. Yang lain mengikuti acara dengan duduk bersama santri yang lain. Seluruh santri diw...

oleh : Wafa Itsnaini Az-zahra. Ketika ibu menjadi obat seluruh hidupku. Sedikit suguhan cerita.

Ketika temanku bercerita tentang dia yang bersekolah jauh, aku hanya tersenyum getir, aku ingin seperti mereka yang tahu menahu akan bagaimana proses belajar didesa orang, yang dipenuhi oleh para ulama dan guru yang berpotensi luar biasa. Namun sayang, Aku yang terlalu rapuh, karena ketika sakit tak bisa sembuh. Salah. Mungkin bisa sembuh tapi lama. Aku harus pulang ketika sakit berkunjung pada diriku, karena kesembuhan itu ada pada tangan ibuku. Aku tidak tahu, terlalu manjakah hingga seperti itu, tapi kau tahu ibuku benar-benar tak sanggup jika aku bersekolah jauh dari rumah. Begitupun aku. Ketika sakit aku harus pulang, atau ibu sendiri yang datang ke pesantren. Karena itu ibuku menciptakan diriku seperti mawar merah yang berduri. Kau tahu mengapa, karena sesungguhnya mawar itu diriku dan duri mawar itu adalah pelindung ku.