oleh : Wafa Itsnaini Az-zahra. Ketika ibu menjadi obat seluruh hidupku. Sedikit suguhan cerita.

Ketika temanku bercerita tentang dia yang bersekolah jauh, aku hanya tersenyum getir, aku ingin seperti mereka yang tahu menahu akan bagaimana proses belajar didesa orang, yang dipenuhi oleh para ulama dan guru yang berpotensi luar biasa.
Namun sayang,
Aku yang terlalu rapuh, karena ketika sakit tak bisa sembuh. Salah. Mungkin bisa sembuh tapi lama. Aku harus pulang ketika sakit berkunjung pada diriku, karena kesembuhan itu ada pada tangan ibuku. Aku tidak tahu, terlalu manjakah hingga seperti itu, tapi kau tahu ibuku benar-benar tak sanggup jika aku bersekolah jauh dari rumah. Begitupun aku. Ketika sakit aku harus pulang, atau ibu sendiri yang datang ke pesantren. Karena itu ibuku menciptakan diriku seperti mawar merah yang berduri. Kau tahu mengapa, karena sesungguhnya mawar itu diriku dan duri mawar itu adalah pelindung ku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear Rasulullah

Dewasa yang suram kali ini

Yaa, Habiballah