Getar yang sirna oleh dirinya
Oleh : Wafa Itsnaini Az-zahra Part 3 " Piya Zah, sudah di Wa belum sama Arri" "Belum ki mba, paling juga isin" " Lha gimana ta wonge ki , giliran udah dikasih Wa nya gamau kontekan" Mba Nur marah-marah tidak jelas, aku terkekeh menanggapinya, sambil ku amati Wa yang tak kunjung ada pesan. "Sabar to mba sampean ki, gak lama lagi juga diWa" Kami bersiap-siap menuju aula putri, untuk mengikuti sorogan bersama Abah yai. Santri putra dan santri putri hanya dipisahkan dengan satir yang lumayan tinggi, sehingga sedikit susah bagi santri yang memiliki niat ingin mengintip lawan jenis. Lagi pula disudut tempat duduk, sudah terpasang mata ganas para pengurus keamanan. Tapi juga yang namanya nafsu, kalah sudah dengan keganasan para keamanan. Aku tertawa bersama mba Nur, ketika kutunjuk nila yang sedang terkantuk-kantuk. Badanya tak bisa diam. Hampir terjengkang kebelang dan hampir tersungkur kedepan. Aku heran. Bahkan yang duduk dibelakang Nila tak ada ni...