meranggas kalbu

Oleh : Wafa Itsnaini Az-zahra

Aku merenggas dalam pilu tak tersentuh,
Merajai istana yang hampa akan belaian,
Aku tersamarkan oleh terik yang membakar,
Kemana ia memandangku ?
Tidakah bisa ia mencoba memanggilku,
Bahkan telah kusanggupi jika dirinya hanya melirikku lewat sudut matanya saja,
Tak ada yang bisa kurasai menjadi permaisuri,
Jika sang raja hanya bergetar bersama sang selir,
Permadani ku telah hancur tak kasat mata,
Hatiku tawar laksana kelopak mawar yang lebur tak tersisa,


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear Rasulullah

Dewasa yang suram kali ini

Yaa, Habiballah